Sepenuh harap!

Setiap sesuatu punya waktu dan ketetapan.
Punya senggang ketika…yang butuh kesabaran untuk terjelmanya impian dan harapan.
Pada kotak-kotak kosong, kita isi dengan tawakkal dan keyakinan.
Pada kelemahan dan ketidakupyaaan, kita tampal lompongan itu dengan penuh daya usaha.
Mohon pada Allah.
Berbakti pada manusia.
Patuh pada kewajiban.
Seterusnya, kita melayari sehari-hari kita dengan indahnya senyuman…seteguh pengharapan:)

Tuhan, janjiMu aku tunggu!

-hadzhamdan-

Advertisements

Pertanyaan untuk Tuhan!

Kerana terlalu sering aku bertanya
Saat aku mengenaliMu dalam kesamaran
Kabur dan kebingungan
Saat cinta yang kuraih
Kadang penuh pengharapan
Dan banyaknya sekadar sambilan
Ketikanya
Saat kuupayakan kerinduaan dalam syahdu malam
Dengan kelopak mata yang enggan kebasahan
Sejadahku…tidaklah berapa lama di hamparan
Ku butuh jawapanMu Tuhan!
Masih akan adakah belas dan kasihan
Buat hambaMu yang sesat jalan pulang?

(Saat malam, yang tanpa setitis pun hujan…rinduku pada Tuhan selalu kecungapan!
Kerana tidak selalu aku menghampiri, maka sesekali cakapku yang keseorangan kepada Tuhan menjadi sepi.)

-Hadzhamdan-

Butuh

Ajarkan padaku keikhlasan yang indah
Agar hati tidak mati
Bila cinta itu berhenti

Ajarkan padaku perasaan yang bukan satu,
Tapi beribu
Kasih
Redha
Mahu lebih memberi
Lagi dan lagi
Moga hati tidak peduli
Dengan apa yang mungkin pergi
Cukup
Dengan apa di sisi

Ajarkan aku untuk tersenyum lagi
Berseri
Dan penuh erti:)

drHadzhamdan

Sebuah Tiang

(Akan wujudkah kemalasan tanpa adanya kesenangan?)

Sebuah tiang
Yang di situ untuk memilih
Siapa yang kecundang
Pada rasa kemalasan

Sebuah tiang
Yang tetap di situ, kaku
Ia memanggil dengan sayu
Namun tanpa silu
Maka yang bertamu pada si tiang kayu
Lemah itu, adakah kamu?

drHadzhamdan^^

Happiness^^

Esok, jika kita masih merasa segarnya
bahagia
Moga ia mampu mengajar kita
Erti sebuah kemaafan

Nantinya, jika masih mengerti nikmat
yang tercipta
Bisa lagi berkata
“Tidak mengapa.”
Walau sesusah mana
Sebab untuk hari-hari yang mendatang
Jangan disempitkan usia dengan ragu dan kecewa

Aku
Sudah bahagia dengan masa-masa
yang tersisa
Dan untuk seterusnya
Kuserahkan pada yang Esa

Harapan
Dugaan
Nafas yang pendek ini akan menanggungnya
Untuk esok
Bersama sang Pencipta.

drHadzhamdan^^

Sepertinya..

Sepertinya, setiap sesuatu itu ada harga yang perlu dibayar.
begitu pada sebuah kerinduan..
Asalnya adalah pada pemberian kasih sayang
dan pengorbanan mencari redhaNya…
Terus, ia tetap menjadi kepelikan.
Jika bukan didasari Tuhan, mengapa baiknya amal masih tetap terasa kemanisan?
Dan manusia tetap mengatakan terima kasih.
(bukan sekadar berbasa-basi)
Begitu, dan begini..

Sepertinya juga..setiap amal itu, masih ada harganya.
Tetapi tuhan telah mendahulukan nikmatNya.
Sehingga kita terasa..amal itu milik kita!

Seperti petikan gambus!

Bismillahirrahmanirrahim…

Wahai!
Persis dgn apa yang saya rasakan..

KAMAREESYAH

Seperti petikan gambus
Wahai burung yang berterbangan
Ke arah duniamu
Katakan padaku bila pula ku kan terbang
Aku kebosanan kerna tidak bertahan lagi
Kehidupan ini..
Hatiku berbelah bagi

Seperti petikan gambus
Kau terbang dan pergi
Dan kau diduniamu
Beruntungnya aku jika sepertimu
Sempitnya duniaku
Walau pengembala unta diatas bonggolnya
Hatiku berbelah bagi

Seperti petikan gambus
Berapa kali ku bilang pada penunggang
Sebelum kau ku katakan nak jalan
Dan bawalah aku kepada teman-temanku
Sehingga menemuiku
Hatiku berbelah bagi

Seperti petikan gambus
Pabila kita bercinta
Tiada keraguan dalam cinta
Tapi pada siapa ku mengadu
Hanya Allah yang tahu
Bagaimana keadaanku yang sebenarnya
Hatiku berbelah bagi

********************

Drhadzhamdan